[48\365] [80-90] Koran – Surat Kabar

Pada era 80-90an surat kabar/koran yang terbit di Jawa Timur ada beberapa dan diantaranya ada yang terbit dari Malang. Kala itu ada Surabaya Post, Jawa Post, Suara Indonesia, Surya, Memorandum, Bhirawa dll. Zaman saya masih kecil Surabaya Post adalah penguasanya. Mereka menguasai Jawa Timur dengan oplahnya yang sangat besar. Hal ini sangat aneh karena Surabaya Post adalah harian sore. Memang bila dibandingkan dengan surat kabar lain, Surabaya Post kala itu lebih menarik dalam sisi penulisan, grafis dan kualitas kertas. Mutu berita juga sangat bagus. Saya mengingat betul Surabaya Post dulu terbit 12 halaman dan setiap harinya ada serial komik Ferd’Nand juga Flash Gordon. Tidak hanya komik namun juga ada TTS untuk mengisi waktu senggang.

Continue reading

Advertisements

[40\365] [80-90] Toko Buku

Toko buku tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan pada era modern. Mengapa? karena toko buku merupakan salah satu tempat tujuan orang memperkaya, memperdalam ilmu melalui sebuah bacaan dengan cara membeli buku, majalah, primbon di toko tersebut. Tidak melulu memperkaya, memperdalam sebenarnya, malah kebanyakan orang beli buku karena terpaksa bila tidak beli tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, kuliah 🙂 Nah di Malang ada beberapa toko buku legendaris yang selalu menjadi tempat jujugan mahasiswa, siswa, orang tua ataupun masyarakat umum. Check this out!

Continue reading

[39\365] [80-90] Kaset Tape

Bila membaca judul diatas apa yang terlintas di benak kita? apapun itu yang pasti kaset tape (selanjutnya akan disebut kaset) menjadi bagian sejarah panjang industri musik di dunia. Apakah hanya industri musik saja yang menjadikan kaset sebagai bagian sejarahnya? tentu saja tidak saudara saudari semuanya. Kaset juga menjadi salah satu bagian sejarah yang dirasakan, dialami oleh generasi 80-90an. Kami tumbuh dengan kaset untuk mendengarkan lagu, instrumen, merekam pembicaraan, wawancara bahkan mendengarkan sandiwara anak-anak. Sanggar Pratiwi adalah salah satu pelopor sandiwara anak-anak yang direkam pakai pita kaset. Pada kesempatan kali ini saya tidak menyinggung Sanggar Pratiwi 🙂

Continue reading

[31\365] [80-90] Rautan Pensil

Adakah disini yang tidak tahu rautan pensil? Saya rasa hampir semua orang tahu rautan pensil. Rautan pensil banyak sekali modelnya. Ada yang bundar, kotak, ataupun seperti box yang ada alat pemutarnya. Pada tahun 80 sampai 90-an rautan pensil dengan model bundar dan ada cerminnya adalah salah satu model rautan yang paling fenomenal. Mengapa fenomenal? Bagi yang tumbuh, berkembang dan hidup di jaman itu pasti akan mengetahui jawabannya. Namun supaya tidak penasaran maka akan saya jawab pertanyaan tersebut. Rautan pensil bundar bercermin semestinya selain digunakan untuk meraut pensil maka fungsi yang lain adalah untuk bercermin. Pada kenyataannya cermin tersebut mempunyai fungsi lain, fungsi lain adalah untuk mengintip celana dalam teman-teman putri 🙂 Dulu penetrasi pornografi tidak segencar dan sevulgar sekarang, dan melihat celana dalam teman putri jaman dulu rasanya sudah deg deg ser. Bila ada rekan putri yang diincar maka para anak cowok biasanya suka taruhan warna celana dalam apa yang digunakan, bahkan ada yang lebih ekstrem malah mungkin ga pake celana dalam :). Apakah yang melakukan hal ini adalah anak-anak cowok usia SMA? tidak sodara-sodari sekalian. Anak-anak SD pun sudah melakukan hal tersebut. Kok tahu? ya jelas saya tahu karena saya adalah salah satu saksi sejarah :)). Jaman saya SD dulu teman-teman sudah melakukan hal tersebut.

Continue reading

[27\365] [80-90] Pohon, Dingin dan Banjir

Membicarakan Kota Malang, kebanyakan orang pasti berpikir kotanya dingin, sejuk, banyak pohon. Ya begitulah Kota Malang yang saya tahu dan kenal. Kota ini hawanya sejuk dan dingin, banyak sekali pohon yang tumbuh. tetapi itu semua hanyalah menjadi kenangan indah masa lalu, masa-masa tahun 80-90an. Saya masih ingat betul kala lonceng menunjukkan pukul 12.00 hawa dingin sudah mulai menyergap, sorean sedikit pukul 15.00 bagi pendatang/pengunjung dari luar kota Malang pasti sudah mengenakan pakaian yang agak tebal atau jaket. Dulu mandi pukul 16.00 atau 17.00 sudah dingin, airnya pun juga dingin tapi segar sekali. Bila berjalan-jalan di sekitaran kota Malang juga masih banyak pohon, sehingga lebih sejuk udaranya.

Continue reading