[151\365] Anak Prakerin

Sudah beberapa tahun belakangan ini tempat saya bekerja menerima siswa prakerin dari SMK baik itu negeri maupun swasta. Satu tahun terakhir ini yang mengirim siswa prakerin hanya satu sekolah saja dan termasuk sekolah swasta. Pada awal-awal memulai sekolah tersebut mengirim siswa yang cukup bisa diandalkan namun entah tahun ini siswa yang dikirim cukup memusingkan. Susah diberitahu dan diatur.

Kami menerima siswa prakerin yang berlatar belakang dari jurusan RPL karena kami beranggapan cukup dapat membantu di perpustakaan. Mereka kami anggap cukup mampu mengoperasikan komputer dan membuat program-program sederhana yang dapat digunakan di perpustakaan. Ternyata siswa yang dikirim tahun ini cukup mengecewakan, mengerjakan 2 buah program sederhana tidak mampu. Ketika ditanya apakah ada kesulitan atau program sudah selesai apa belum, jawaban yang diberikan hanya senyuman dan diam seribu bahasa.

Awal bulan Januari kemarin, saya menyuruh siswa tersebut untuk segera mencicil laporan prakerin dan sampai hari ini ketika saya tanya bagaimana laporannya? tidak ada jawaban juga, saya heran dengan itu semua, setidaknya dari bulan Januari mereka sudah menyelesaikan cover, halaman pengesahan, kata pengantar, bab 1 dan bab 2. Sungguh miris bila melihat motivasi yang rendah, semangat yang tidak ada. Berkali-kali saya sampaikan di awal-awal prakerin dimari bila memang tidak cocok, tidak nyaman prakerin dimari ya silahkan mengundurkan diri, lapor sama pihak sekolah. Atau bila ada kesulitan dalam pengerjaan tugas, saya memberikan kebebasan mau ke sekolah, mau gunakan internet, buku-buku di perpustakaan bisa digunakan.

Usut punya usut oleh dua orang rekan sekerja ternyata mereka merasa SALAH MASUK jurusan. Lha ini yang saya merasa tidak habis mengerti, kenapa bila merasa salah jurusan tidak berhenti sejak awal atau ganti jurusan. Sekarang sudah terlanjur basah sudah kelas dua SMK harus prakerin, tempat dimana siswa harus belajar untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di sekolah. Tadi pagi saya sempat mencuci siswa tersebut dan saya beri ceramah panjang lebar kembali, saya paparkan poin-poin yang harus dinilai dan nilai terendah agar bisa lulus prakerin. Syarat-syarat tersebut bukan kami yang membuat namun dari sekolah siswa tersebut.

yah, mudah-mudahan sih siswa itu tersadar karena akan percuma bila menyesal di belakang hari. Dan sebagai penutup siswa tersebut saya beri tugas membuat program sesuai dengan kemauan mereka, terserah mereka mau buat program apa. Saya tidak menentukan, saya hanya memberi batas dalam jangka waktu satu bulan program harus jadi dan saya dapat memberi penilaian pada lembar penilaian prakerin. Itu saja yang saya tekankan. Repotnya bila mendapat siswa prakerin yang rada-rada gimana sungguh menguras perasaan, emosi dan kesabaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s