[147\365] Kebersamaan dalam Keluarga

Bila melihat anak-anak muda sekarang ini, sudah cukup membuat hati miris. Pergaulan yang tidak benar/tidak tepat menghasilkan seseorang yang cenderung negatif dalam perilakunya. Pengaruh dari luar tersebut khususnya yang negatif sebenarnya bisa diminimalisir dari dalam keluarga sendiri. Keluarga harus bisa menjalin kebersamaan, kekompakan. Apakah hal itu membutuhkan biaya yang besar? tidak. Bahkan upaya-upaya itu mudah dilakukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah makan bersama. Kapan waktunya? bisa waktu sarapan, makan siang, atau makan malam. Semua tergantung dari masing-masing keluarga.

Ketika makan bersama yang dilakukan oleh ayah, ibu dan anak tidak hanya menjalin kebersamaan namun juga kekompakan dan kerjasama, contohnya: Si Ibu memasak lauk dan menanak nasi, sedangkan si ayah menyiapkan makanan, nasi, lauk pauk, piring di meja makan, sedangkan si anak dapat bagian mencuci piring. Peran tersebut dapat disubstitusi sehingga tidak monoton. Setelah selesai makan maka keluarga tersebut dapat bercengkerama, berdiskusi mengenai apa saja, misalnya mengenai situasi kerja, sekolah, kuliah, teman-teman bergaul, bahkan peristiwa-peristiwa aktual atau suatu kejadian yang menarik dari sekitar kita sendiri. Banyak sekali rasanya yang bahan pembicaraan yang dapat diangkat. Dari hal yang sederhana mempunyai implikasi yang besar bagi seseorang. Sebenarnya hal tersebut tidak hanya bagus bagi anak namun juga bagus bagi orang tua. Orang tua juga dapat mengetahui perkembangan anak, pergaulan mereka, bagi bapak dan ibu juga bisa tahu kondisi, situasi, suasana suami dan atau istri.

Apakah hal itu omong kosong? bagi saya tidak! Dulu saya dan keluarga memang jarang makan bersama namun ketika kami melakukan hal kecil tersebut maka kami bisa akrab antara anak dan orang tua, orang tua dan anak. Setiap pagi, saya dan kedua orang tua pasti sarapan bersama dan juga bila makan malam. Dari sana kami bisa tahu oh ternyata begini begini begitu begitu dalam menanggapi suatu berita, peristiwa, kejadian yang ada hubungannya dengan kami secara langsung atau tidak langsung. Cobalah, maka akan terasa bedanya dalam hubungan di keluarga. Mungkin pertama-tama akan canggung namun lambat laun akan cair dengan sendirinya. jangan dibiasakan makan sendiri-sendiri, lebih cenderung makan di luar bersama teman, sahabat, rekan kerja. Sesekali sih oke-oke saja makan dengan orang lain namun jangan sampai makan bersama dengan keluarga menjadi prioritas yang belakang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s