[34\365] Klub Bola

Bila membicarakan klub bola saya berpikir tidak akan ada habisnya, tidak ada matinya dah. Mengapa demikian? karena (mungkin) hampir 2/3 penduduk dunia suka dengan sepak bola. Entah mereka suka sepak bola karena pemainnya, sejarah klub atau glory hunter (mengenai suporter bola ini pernah saya bahas di postingan terdahulu). Klub bola ini tersebar diseluruh benua. Dari sekian klub-klub bola bila dihitung mungkin dengan jari tangan dan jari kaki cukup untuk menghitung klub bola mana saja yang populer dan mempunyai basis pendukung yang besar. Sepengetahuan saya klub-klub yang berbasis di eropa yang banyak digemari oleh penduduk bumi ini. Jarang saya tahu ada yang menjadi pendukung klub bola yang berasala dari Asia, Amerika Latin, Australia bahkan Afrika. Klub bola lokalpun jarang juga menjadi idola. Terlebih di Indonesia, bila tidak terlahir di sebuah kota dan mempunyai ikatan yang kuat dengan klub lokal pasti idolanya ya klub-klub eropa macam MU, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Milan, Juventus, Madrid, Barca, Muenchen, Dortmund dlsb.

Klub-klub lokal Indonesia yang mempunyai basis pendukung banyak dan mau datang ke stadion bisa dihitung seperti Persib, Arema, Persija, Persebaya 1927, Persipura. sedikit menyimpang dari judul tulisan, pendukung klub lokal pun banyak juga yang glory hunter coba lihat pendukung beberapa klub lokal yang dulu eksis, jaya banyak yang datang ke stadion, sekarang? kosong tu stadion. Mengapa orang Indonesia ada beberapa yang ga suka dengan klub lokal atau kompetisi lokal? Hal ini dikarenakan karena atmosfer pertandingan di kompetisi ISL atau apapun namanya sering tidak kondusif, sering bertengkar antar suporter, wasit dan asisten wasit yang kurang tegas, jeli, lemah dalam mengambil keputusan atau malah belum paham aturan dengan baik.

Bagi saya klub-klub eropa menjadi idola adalah hal yang wajar karena disamping pemain yang berasal dari seluruh benua dapat bermain di sana juga adalah peran media yang membesarkannya. Kompetisi di eropa hampir tiap minggu ditayangkan baik secara gratis maupun lewat tv berbayar. Jam tayangpun masih bisa ditoleransi meskipun mainnya malam hari. Sangat berbeda dengan kompetisi di Amerika Latin yang rerata jam tayangnya pagi dini hari sampai subuh bahkan matahari sudah terbit tinggi sekitar pukul 08.00. Waktu-waktu dimana orang asia khususnya Indonesia harus mempersiapkan diri dan berangkat bekerja, sekolah, kuliah. Sehingga tayangan bola menjadi tidak populer, pun demikian dengan kompetisi di negaraa-negara Asia dan Afrika, tidak menarik secara komersil karena kompetisi yang kurang ketat meskipun mungkin banyak talenta-talenta yang bagus.

Menjadi hal yang lumrah bila tidak dikatakan aneh bila klub eropa berkunjung ke Asia khususnya Indonesia, bila klub eropa tersebut bermain mendapat sambutan yang meriah bahkan berlebih. Hal ini bisa dilihat bila klub tersebut mencetak gol, sorak sorai, teriakan, nyanyian chant tak henti dikumandangkan, sementara tim lokal bahkan timnas sedikit sekali yang mendukung. Tapi hasilnya akan berbeda memang bila klub lokal atau timnas indonesia bermain dengan klub regional asia atau negara asia, suporter Indonesia lebih memilih negaranya 🙂

yah begitulah bedanya klub bola cita rasa lokal, regional asia, dibandingkan cita rasa global rasa eropa, bahkan klub dari amerika maupun afrika pun tidak mampu menandinginya. Kekuatan uang, media memang saling berhubungan. Salam bola

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s