[27\365] [80-90] Pohon, Dingin dan Banjir

Membicarakan Kota Malang, kebanyakan orang pasti berpikir kotanya dingin, sejuk, banyak pohon. Ya begitulah Kota Malang yang saya tahu dan kenal. Kota ini hawanya sejuk dan dingin, banyak sekali pohon yang tumbuh. tetapi itu semua hanyalah menjadi kenangan indah masa lalu, masa-masa tahun 80-90an. Saya masih ingat betul kala lonceng menunjukkan pukul 12.00 hawa dingin sudah mulai menyergap, sorean sedikit pukul 15.00 bagi pendatang/pengunjung dari luar kota Malang pasti sudah mengenakan pakaian yang agak tebal atau jaket. Dulu mandi pukul 16.00 atau 17.00 sudah dingin, airnya pun juga dingin tapi segar sekali. Bila berjalan-jalan di sekitaran kota Malang juga masih banyak pohon, sehingga lebih sejuk udaranya.

Entah mengapa, apakah hanya karena ingin dianggap sebagai kota yang pengin maju? pengin disebut kota metropolis, akhirnya pepohonan banyak yang ditebang, hampir setiap sudut kota berdiri ruko yang membuat mata sepet melihatnya. Banyak sekali bangunan kuno, lawas dirobohkan. Saya lupa pastinya sejak tahun berapa? namun kira-kira setelah tahun 1999/2000 an Malang berangsur menjadi kota minim pohon, banyak ruko, banyak mall, serta banyak yang lainnya. Kota Malang sekarang panas, panas sekali. Bila sekarang mandi pukul 17.00 tidak usah menunggu lama, mungkin 10-20 menit kemudian rasanya sudah berkeringat kembali. Sumuk banget dah.

Dengan bertambahnya bangunan yang sangat terlihat adalah banjir, dulu kota Malang bisa dikatakan bebas banjir, sekarang? mungkin hampir sepertiga sudut kota pernah digenangi banjir. Contoh yang tampak mata adalah Boulevard Ijen bila musim penghujan tiba maka pasti akan banjir, hal yang tidak pernah dijumpai pada masa lalu. Saya yang tinggal di daerah Lowokwaru hampir 35 tahun pun pernah kebanjiran 2 kali tahun 2012.

Saya sangat merindukan sekali Kota Malang ini dapat kembali seperti dulu, dingin, sejuak, banyak pohon, tidak banjir, mungkin bila 100% pasti tidak mungkin karena jaman berubah, kota bertambah maju, penduduk semakin padat tapi paling tidak ya 60% lah. Kerinduan saya ini pasti juga merupakan kerinduan warga Malang yang lain terutama yang lahir dan tinggal sejak kecil di Kota Malang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s