Baca Tulis Omong

Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel di majalah QuAs terbitan Kemenlu, ada satu artikel yang sangat menarik untuk dicermati dan direnungkan bagi saya secara pribadi khususnya, namun juga dapat ditujukan kepada pegawai atau pun siswa/mahasiswa yang ingin maju. Seseorang dapat maju/berkembang jika dia mau untuk belajar. ada beberapa cara seseorang untuk dapat meningkatkan kemampuan

1. membaca

Banyak diantara teman-teman saya yang mengaku gemar membaca dan itu dapat saya akui karena koleksi bacaannya sangat banyak. namun ada juga yang tidak mempunyai bahan bacaan sama sekali (ini dapat dicontohkan di tempat kerja saya, bagaimana seorang mahasiswa tidak pernah ke perpustakaan namun dia dapat menulis suatu karya tulis baik itu tugas akhir atau paper?). Dengan membaca seseorang dapat menyerap begitu banyak informasi. Apa saja yang dibaca? yang dibaca bisa buku, surat kabar, majalah, artikel di dunia maya.

2. menulis

Seseorang yang gemar membaca namun tidak pernah menuliskan hasil dari apa yang dia baca maka informasi yang dia dapatkan akan segera hilang, menguap tidak berbekas seperti uap air yang mendidih di ketel. Dari yang dibaca seyogyanya dituliskan sehingga dapat terdokumentasi dengan baik. Makanya menjadi hal yang aneh ketika seseorang mampu menulis sebuah karya yang luar biasa namun dilihat dari latar belakangnya dia jarang membaca.

3. omong

Apakah setelah membaca dan menulis sudah cukup? saya rasa belum, suatu karya, ide yang didapat dari hasil membaca serta menulis sebaiknya dilempar ke floor. Untuk apa? agar mendapat tanggapan. ide atau karya tersebut dapat didiskusikan, diperdepatkan, dikritik, supaya orang lain tahu. Jika hanya sekedar membaca terus ditulis tanpa dibicarakan maka akan menjadi percuma. Bisa-bisa nanti merasa bahwa tulisannya adalah paling bener, paling sahih dan dan yang terpenting itu bisa berguna bagi orang banyak. Omong disini maksud saya bukan dibatasi dengan bibir saja, diomongkan namun diomongkan dapat juga tulisan, ide tersebut dibukukan dan dijual atau dibagikan kepada orang lain lewat buku, majalah, jurnal, tulisan di blog, forum-forum.

Saya rasa jika seseorang telah memiliki budaya baca tulis omong maka setidaknya dia dapat menginspirasi bagi banyak orang serta dapat menaikkan kapabilitas dia sehingga ada nilai tambah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s