Fans Idola vs Fans Sejati vs Glory Hunter

Gelaran piala dunia telah usia sekitar satu pekan yang lalu, telah diketahui bersama bahwa pemenangnya adalah Jerman. Membicarakan masalah bola tentu tidak seru jika tidak membahas masalah suporter atau fans. Negara kita yang tidak cukup maju dalam hal dunia perbolaan di kancah internasional bisa cukup berbangga karena masyarakatnya ternyata menjadi suporter klub sepak bola manca negara, bahkan beberapa diantaranya menjadi salah satu yang terbesar.

Ditengah gemerlap dan persaingan di liga-liga yang dikategorikan terbaik seperti EPL, Bundesliga, Ligue 1, Primera, Serie A acapkali suporter/fans dalam negeri kita sering berdebat bahkan menjurus caci maki yang ndak jelas mau dikemanakan arahnya dalam menyikapi suatu berita, pertandingan. Setelah melihat, membaca, mendengar akhirnya saya membedakan suporter tersebut menjadi tiga bagian yaitu, fans idola, fans sejati, glory hunter.
1. Fans Idola
Yang saya maksudkan dengan fans idola adalah suporter kategori ini adalah mendukung suatu kesebelasan karena idola mereka bermain di klub tersebut. Ambil contoh Christiano Ronaldo, ketika doi main di Manchester United, banyak yang ngefans dan ngedukung MU karena doi main disana. Ketika CR7 pindah ke Real Madrid maka para pendukung itu mengalihkan dukungan ke Real Madrid. Jadi jelas sudah bahwa mereka akan mendukung suatu klub jika idola mereka main disana.
2. Fans sejati
Fans sejati bagi saya adalah benar-benar fans, suporter yang akan selalu mendukung klub kesayangan/idola mereka meskipun banyak pemain hebat datang silih berganti. Mereka bergeming dengan kuat untuk tetap mendukung tim kesayangan. Bagi klub-klub besar seperti Manchester United, Liverpool, Arsenal, Juventus, AC Milan, Muenchen, Dortmund, Real Madrid, Barcelona pendukung sejatinya banyak sekali serta tidak mengherankan. Namun bagi saya fans sejati itu layak disematkan fans, suporter bagi tim-tim kecil yang secara prestasi tidak menonjol, tidak banyak pemain hebat yang bermain atau pernah bermain disana. Mereka mendukung dengan semangat, penuh loyalitas karena didalam sana terkandung “PRIDE” di dalam diri mereka. Saya salut sekali kepada pendukung-pendukung tim kecil seperti Southampton, Crystal Palace, Mortherwall, Mainz, Rayo Valecano, Metz, Palermo, WBA dan sebagainya. Fans sejati ini selalu mendukung ketika timnya dalam masa-masa jaya maupun dalam masa suram sekalipun.
3. Glory hunter
Fans yang termasuk glory hunter ini adalah fans yang berwujud manusia tapi memiliki gaya seperti bunglon. Fans yang suka berganti-ganti tim yang didukung karena sesuatu hal. Sesuatu hal itu adalah secara tiba-tiba sebuah klub meraih prestasi, banyak pemain hebat yang bermain di sebuah klub. Terlebih penting adalah mereka mendukung suatu klub yang secara matematis memiliki peluang untuk jaya dengan meraih prestasi besar. Ketika klub sedang jaya mereka dengan lantang berkoar-koar, caci sana caci sini klub pesaing. Mereka hanya bangga ketika klub kesayangan sukses. Ketika klub yang dibela terjerembab, mengalami masa sulit, mungkin kolaps mau brangkut/terdegradasi, maka para fans itupun akan mengalihkan dukungan kepada klub lain yang memiliki prospek cerah. Glory hunter ini adalah fans bunglon, fans yang tidak ada loyalitas sama sekali. Mereka cuma numpang tenar, eksis saja.

Sebenarnya pembagian fans ini tidak hanya ditujukan kepada fans sepak bola namun juga dapat ditujukan kepada fans, penggemar olahraga lain, seperti basket. Banyak juga penggemar basket suka sama sebuah klub hanya karena ada idola yang main disana, ada juga karena numpang tenar karena klub kesayangan lagi merajai sebuah kompetisi, namun ada juga yang memang fans sejati.

Advertisements

7 thoughts on “Fans Idola vs Fans Sejati vs Glory Hunter

  1. Jatuh cinta sama Juventus gara2 lihat Del Piero, jatuh cinta sama MU gara gara lihat Wayne Rooney. sampe sekarang tetep FORZA JUVENTUS… GLORY GLORY MANCHESTER UNITED XD

    • kalau Italia sih dari dulu suka Lazio gegara Bepe Signori,
      kalau Inggris ngepans MU karena warna jersey dan dulu ada pemain legenda Inggris Bryan Robson

  2. menarik nih mas, aku udah lama mau nulis ini.. hehe
    bapakku itu fans idola, doi suka banget sama Ruud Gullit. Gullit kemana pun main dia suka klubnya: Milan, Sampdoria, Chelsea..
    saya termasuk fans sejati kali ya haha.
    nah kalo glory hunter ini yang ngeselin.. tapi menarik apakah orang yang suka klub yang “baru tenar” itu bisa dikategorikan glory hunter enggak ya? misalkan banyak temen saya skrg yang suka chelsea jaman roman abramovich, Man. City jaman dibeli syeikh, Barcelona era Guardiola kesini.. yang padahal dulu 3 klub itu biasa aja. Bahkan city sama chelsea inget banget dulu cuma klub papan tengah..

    • menunggu waktu saya rasa apakah dia glory hunter apa bukan. dulu MU juga bukan siapa-siapa. malah Liverpool yang hebat. begitu MU prestasi bagus langsung banyak yang dukung. setelah era SAF berakhir dan prestasi mulai sedikit turun akan terlihat mana yang sejati mana yang glory hunter. pendukung Chelsea, Man. City, PSG, Barcelona saya rasa ya sama saja. akan terlihat jika prestasi sebuah klub atau sokongan dana menjadi seret. hehehe

      • Itu dia. Tapi ada perbedaan fans MU sama liverpool. Kalo liverpool entah kenapa image nya fans mereka itu loyal krn kita liat kan prestasi pool selama ini banyak seretnya. Kalo MU, meskipun juga tim besar sedari lama, banyak fans2 mereka jaman skrg malah yang karbitan.. Hehe

      • iya betul banget, banyak fans MU srkg karbitan. tp kl Liverpool berjaya kembali tdk menutup kemungkinan ada jg nanti yg karbitan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s