Perpanjangan SIM

Pada kesempatan ini (cie cie kata-katanya macam mau pidato) aku mau nyeritain pengalaman perpanjang SIM. Setelah tertunda beberapa kali akhirnya kesampaian juga perpanjang SIM yang masa aktifnya habis bulan dan tahun ini (macam pulsa neh). Beberapa waktu yang lalu sempat cari info di twitter lewat akun @infomalang kapan dan dimana jadwal SIM keliling secara rada males ke kantor Satpas. Dari akun tersebut dapat info kalau di MOG ada SIM Corner di lantai 3.

Tanggal 10 Juli, berbekal info tersebut dan beberapa tambahan info dari google dan pengalaman, aku membawa fotokopian SIM dan KTP sebanyak 4 lembar (dulu aku butuh 3 lembar untuk masing2, info terbaru butuh 2 lembar untuk masing-masing, supaya aman aku bawa 4 lembar). Jam 9 pagi aku meninggalkan rumah dengan mengendarai vega kesayangan menuju kantor kelurahan untuk bayar air dan telpon serta menengok perhitungan rekapitulasi suara. Setelah urusan beres aku bergegas menuju MOG yang ternyata masih sepi dan pintu gerbang masih tertutup rapat yang dijaga oleh 3 orang security. Baru ngeh kalau MOG itu baru buka pukul 10.00, uh tahu gitu tadi ga buru-buru, nyantai di rumah atau di kelurahan dulu.

Di luaran ternyata banyak juga yang antri mulai dari Bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, kakak-kakak, adik-adik, nenek-nenek, kakek-kakek, cucu-cucu, cicit-cicit, mungkin juga menantu dan besan juga ikut kali. Pintu gerbang MOG dengan setia tutup sampai waktu berbuka yaitu jam 10, begitu jam 10 pintu langsung membuka diri lebar-lebar dan brul brul, bapak-bapak langsung nyerbu masuk, yang lainnya nyantai termasuk aku. Sembari berjalan masuk aku mikir wah saingan banyak nih perpanjang SIM tapi cuek ah tetap yakin dilayani kok nanti. begitu naik tangga berjalan sendiri menuju lantai 2 baru ngeh ternyata si bapak-bapak sibuk mencari posisi dapat nomor awal membawa pajak kendaraan bermotor di SAMSAT Corner. oh berarti sepi dong SIM Corner di lantai 3, yuhuu berbunga-bunga deh hati aku menapaki tangga yang membawaku ke lantai 3. Begitu nyampai lantai 3 celingak celinguk nyari SIM Corner akhirnya ketemu dan senangnya bukan main semacam nomor undian togeknya tembus begitu ehehehe.

Aih ternyata SIM Corner itu membuat hati yang berbunga-bunga langsung pahit begitu dari jauh terbaca tulisan jam buka pukul 14.00 – 20.00 aih-aih bagaimana ini? ya udah mau gimana lagi, daripada bengong kusamperin saja SIM Corner dan tepat di depan pintu masuk macam dibuat patah hati dan tawar hati bagaiamana tidak? di pintu masuk tertempel pengumuman mulai tanggal 7-11 Juli TUTUP ! buka lagi tanggal 12 Juli 2014 pukul 11.00-16.00. ini Pak Pol ikut pengamanan pilpres kali ya?!

Dengan langkah gontai aku turun ke lantai dasar dan aku putuskan untuk menuju bank saja demi buku tabungan yang habis halamannya kudu ganti. Sembari menunggu antrian yang tidak begitu banyak tapi pake lama sekali ntah mengapa bank si biru itu loket CSO ada 3 tapi cuma buka 1 bikin gemes, aku berpikir apakah aku sebaiknya pergi kantor SIM pusat hari itu ataukah esok hari (tanggal 11 Juli) atau hari sabtu tanggal 12 Juli tetap di SIM Corner. Akhirnya aku memutuskan tanggal 11 Juli 2014 ke kantor sim pusat saja daripada semakin lama nanti bikin hati dag dig dug.

Hari ini tanggal 11 Juli aku berangkat dari rumah pukul 08.35 dengan jalan kaki menuju jalan wahidin. Tiba dengan selamat di tujuan dan sebelum cari info perpanjangan SIM, aku lihat-lihat dulu orang-orang yang lagi ujian praktek SIM A dan C. Sekarang ujiannya sekomplek tapi kalau generasi lama seperti aku dan orang-orang yang SIMnya ga nembak ujiannya di Simpang Balapan Malang. Puas melihat orang yang ujian aku masuk ke kantor untuk mencari info. info yang kudapat adalah:

1. Bawa fotokopi SIM lama dan KTP masing-masing 2 lembar

2. Bawa Surat Keterangan Sehat dari Dokter

3. Jika tidak membawa Surat Keterangan Sehat dari Dokter di dekat situ ada dokter silahkan merapat kesana

Berhubung aku tidak bawa surat keterangan dokter, ya aku pergi ke dokter yang ada di daerah situ. Pada waktu pemeriksaan kita ditanya perpanjang SIM atau Baru? kalau baru syaratnya beda, tp karena aku perpanjang fotokopian SIM dan KTP diminta disana. Menunggu antrian kurang lebih 6-7 menit dipanggil untuk tes mata, tes buta warna, dan tekanan darah. Ternyata di tempat dokter juga ada sales asuransi, kayaknya jadi jebakan betmen kalau urus kesehatan disana, mau ga mau harus mau. Dokter + asuransi sepaket itu.

Biaya

1. Dokter      —> Rp 20.000

2. Asuransi —> Rp 30.000

Setelah urusan selesai, aku balik ke kantor SIM, langsung menuju loket 1 dan duduk nunggu panggilan, sembari duduk-duduk kulayangkan mata ke dinding-dinding dan melihat bahwa ada tulisan besar yang isinya daftar biaya pembuatan SIM. Biaya pembuatan SIM C untuk perpanjangan sebesar Rp 80.000. oh ok, selang ta berapa lama dipanggil untuk mengambil formulir dan membayar biaya pembuatan SIM yang ternyata cuma Rp 75.000 saja saudara-saudara. Selanjutnya setelah formulir diisi dimasukkan ke loket 3 dan mendapat slip dan no antrian untuk foto. Aku ga tahu apakah karena hari Jumat dan bulan Puasa yang mengurus perpanjang dan pembuatan SIM baru tidak terlalu banyak. Aku menunggu sekitar 10 menit sebelum dipanggil untuk difoto.

Di dalam ruang foto, sebelum difoto, seperti biasanya kita diminta untuk melihat data diri kita dari nama, alamat, tempat tanggal lahir. dan yang pasti pak pol tetap saja salah memasukkan tinggi badan. tapi ya sudahlah kuiyakan saja data yang terpampang di layar monitor. langkah berikutnya adalah pindai sidik jari jempol kanan dan tanda tangan baru difoto. Selesai foto keluar dan mengambil SIM di loket 6.

Di loket 6, pemohon SIM disuruh menulis buku log pengambilan dan memasukkan slip pengambilan di kotak yang disediakan. Antri lagi disini saudara sekalian dan setanah air tercinta. tapi antrinya GPL aka Gak Pake Lama, namaku dipanggil dengan tidak merdu oleh pak pol. Taraaaaaaa Jebret jebret SIM aku udah jadiiiiiii!!!!

Proses pengurusan perpanjangan SIM ndak pake lama, ruwet, njlimet, bebas calo total waktu kira-kira 50 menitan mungkin ga nyampai segitu diskon 10menit lah sekitar 40menit.

Total biaya yang dikeluarkan adalah Rp 125.000 (ini biaya resmi mestinya segitu, berhubung bolpenku dipinjam orang untuk mengisi formulir dan ndak kembali ya biaya yang  kukeluarkan lebih dari itu, harga bolpen Rp 2500 jadinya aku keluar uang Rp 127.500 )

ini penampakannya gaessss, sengaja disamarkan karena menghindari keirian, kedengkian dengan kegantenganku tindak kriminal pidana maupun perdata yang tidak diinginkan dengan penyalahgunaan data diri saya.

Penampakan Kartu Asuransi

3o rebu rupiah brur
3o rebu rupiah brur

Penampakan SIM  yang udah dipermak

 

yang ini 75 rebu rupiah bro
yang ini 75 rebu rupiah bro
Advertisements

4 thoughts on “Perpanjangan SIM

  1. Gw kapan hari perpanjang sim A di ITC Depok. Di sana ada bus sim keliling. Ga pake antri lgsg masuk dan foto. Kalo ga salah bayar 150rb atau kurang dari itu.

    • ga ada tes kesehatan? kl SIM A lebih mahal memang mungkin kl ditotal biaya foto, kesehatan, asuransi, ples pembuatan SIM kurang lebihnya mungkin yac150rban

      • Ga ada tes kesehatan sama sekali. Hny bawa fotokopi ktp dan sim lama. Isi formulir trus masuk ke busnya utk foto, voila sim baru pun jadi. Ga sampe 5 menit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s