Teknik Penulisan Artikel – Bagian 3

Tak terasa hampir 1 tahun sambungan dari Teknik Penulisan Artikel ini ditulis. Teknik Penulisan Artikel – Bagian 1 ditulis tahun 2012, sementara itu bagian 2 ditulis tahun 2013, nah bagian 3 ditulis pada tahun 2014, wew satu tahun satu artikel, cukup lama ya?. Harapan saya sih, tahun ini dan dalam waktu dekat artikel mengenai teknik penulisan artikel ini selesai ditulis dan dipost pada blog :D.  Tanpa panjang kali lebar lagi, silahkan dibaca bagian 3 dari teknik penulisan artikel.

========================================================================

Mulai dengan langkah pertama

Kapan waktu yang tepat untuk memulai menulis? Kemarin! lho lho kok bisa begitu? yang dimaksud oleh pemakalah pada artikel ini dengan “kemarin” adalah bahwa kita harus segera menulis jika hasrat untuk menulis sudah ada. Jika tidak segera dimulai, sampai kapan pun orang tidak pernah bisa menjadi penulis. Pepatah cina mengatakan bahwa perjalanan seribu mil harus dimulai dengan langkah pertama.

Persiapan Awal

Untuk memulai menulis hendaknya beberapa pertanyaan di bawah ini ditanyakan kepada diri sendiri:
1. Di mana Anda dapat menulis dengan baik? jawabannya pasti ada banyak pilihan, contoh: kamar, kantor, tempat sepi dan lain sebagainya

2. Kapan waktunya? kemungkinan jawabannya adalah pagi, siang, sore, petang, malam, dini hari. hmm ada satu jawaban yang banyak terlontar yaitu TIDAK ADA WAKTU, TIDAK PUNYA WAKTU. betul atau betul? jika tidak punya waktu bagaimana? menurut Sue Graffon dalam artikelnya dengan judul “How to find time to write when you don’t have time to write” yang diterjemahkan bebas oleh pemakalah yaitu Xavier Quentin ada tujuh cara, yaitu:
a. tidur lebih larut satu jam untuk menulis
b. bangun tidur satu jam lebih awal untuk menulis
c. menulis di perjalanan
d. menggunakan sisa jam makan siang
e. menyisihkan waktu dalam satu minggu
f. ketika pasangan atau anak-anak tidak ada di rumah
g. memperbaiki dan memberdayakan waktu santai

3. Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk menulis? banyak: kamus, buku, kliping, hasil wawancara, hasil pengamatan lingkungan dan lain sebagainya.

Sumber Tulisan

Sumber tulisan sebenarnya tersebar dimana-mana. Sebenarnya ada dua hal yang harus Anda lakukan untuk mencari sumber tulisan.
a. Diri sendiri: awali dengan diri sendiri, karena setiap orang pasti punya pengalaman, masalah-masalah yang ada di sekitar Anda, buat daftar apa yang sedang hangat dan tren
b. Baca, dengarkan, perhatikan. Lingkungan banyak memberikan ilham, ide. jika ada sebuah peristiswa, kejadian, pengalaman orang lain maka jikalau hati Anda cukup peka, maka dapat dipastikan Anda dapat menangkap sumber dan bahan tulisan. Anda bisa menanyakan kepada diri sendiri atau orang lain: mengapa orang-orang itu berlaku begitu dan tidak begini? Bagaimana saya bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Menguji Gagasan
Setelah mrmperoleh gagasan atau ide untuk menulis, Anda perlu bertanya, apalah gagasan Anda dapat dikembangkan menjadi sebuah artikel yang baik atau tidak. Georgiana Walker di dalam artikelnya yang berjudul “Writing the Inspirational Article” mengajukan lima pertanyaan penting untuk dijawab bagi penulis artikel:
1. Apakah gagasan itu penting bagi sejumlah besar orang? Siapa yang peduli dengan gagasan itu? Jikalau gagasan Anda tidak dapat menjawab sebuah sebuah pertanyaan yang ditanyakan sejumlah besar orang atau jika gagasan tersebut tidak relevan dengan minat atau masalah pembaca yang spesifik maka kemungkinan besar gagasan tersebut tidak akan menjadi artikel yang baik.

2. Dapatkah gagasan ini disempitkan sehingga mempunyai fokus yang tajam? dalam pertanyaan ini ada satu kata yang penting yaitu “fokus”. Anda tidak bisa berkata tentang gagasan sebuah artikel tanpa menyebutkan sejumlah fokus. Fokus memberikan sudut spesifik yang membuat gagasan itu penting bagi sejumlah orang. Fokus juga memberi penulis pegangan yang kukuh bagi penulis untuk menyetir gagasan itu menuju satu arah yang dia inginkan.

3. Apakah gagasan itu terikat oleh waktu? beberapa surat kabar, majalah, jurnal menginginkan dan menekankan pada gagasan-gagasan, ide-ide, isu-isu aktual yang terjadi, berkembang pada dewasa ini, pada masa kini.

4. Apakah gagasan itu segar dan memiliki pendekatan yang unik? Suatu pendekatan yang unik seringkali didasarkan pada pengalaman penulis itu sendiri. Misalnya pengalaman spiritual seseorang dalam perjalanan hidupnya ketika meniti karir dari yang bukan siapa-siapa menjadi orang yang terkenal, perjuangan ketika dalam masa-masa sulit dan mampu dilewati dengan baik.

5. Apakah gagasan Anda akan lolos dari saringan penerbit? Bila pertanyaan ini tertanam dengan baik maka Anda akan berusaha untuk menulis artikel dengan baik.

Ok untuk sementara selesai dulu bagian 3, bersambung

 

berikut link dari bagian 1 dan 2

Bagian 1

Bagian 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s