Bontotan

suatu hari kala jam istirahat di SD Harapan Orang Tua

Adi   : Mel, kamu bawa makan apa?

Amel : Aku bawa nasi goreng dan telur. kamu bawa apa?

Adi    : Aku bawa roti isi keju.

Amel : Wah enak ya, aku minta dong!

Adi   : jangan dong nanti habis. Yuk cepat dimakan, nanti keburu bel masuk kelas.

Sepenggal percakapan anak-anak SD yang sering kita temui bahkan ketika kita masih SD mungkin juga kita lakukan. Masa-masa SD seringkali kita dibawakan makan oleh orang tua atau istilah kerennya sih bawa bontot. Kenapa bawa bontot? ya supaya tidak jajan, yang dimakan sehat, higienis, menghemat uang jajan.

Bicara tentang bontotan, kira-kira sampai usia berapa ya yang pantas untuk membontot? SD? SMP? SMA? Kuliah? Kerja? pasti banyak sekali jawaban dengan berbagai macam alasan, pendapat dan bahkan tanpa alasan sekalipun :D. Dulu saya bontot hanya ketika SD saja, beda dengan adik saya yang bontot sampai SMA.

Nah selepas SMA, zaman-zaman kuliah saya hampir tidak pernah bontot sedangkan adik saya hampir setiap hari bontot. Mungkin waktu SMA ketika bawa bontotan banyak yang menghina dan memandang remeh, Udah besar bawa bontot, kayak anak kecil saja. coba bayangkan ketika kuliah juga bawa bontotan gimana? Nah berhubung tempat kuliah adik dan saya bekerja adalah satu universitas maka bagi yang menyindir seperti itu pasti orang kaya sekali. Mengapa? pertama universitas  kami itu jauh dari dunia luar karena berada di dalam perumahan elit di kota malang, 2. harga makanan di kantin jika dilihat secara kasat mata sih tidak mahal namun bila dibandingkan dengan porsi di tempat kuliahan lain maka akan terasa jomplang, 3. variasi makanan yang kurang begitu menarik. padahal ya ada 4 stan yang buka dengan jumlah variasi menu mungkin diatas 25 menu tapi rasa-rasanya kok ya gitu-gitu saja.

Nah ketika jam makan, terlihat kantin itu penuh sesak dan bahkan tidak mendapatkan tempat duduk, setelah diselidiki dan diamati secara seksama maka yang makan, kebanyakan bawa bontotan dari rumah atau beli di luar kampus, tidak hanya sinyo-sinyo, nonik-nonik tapi juga mbak-mbak dan mas-mas. Bahkan tak jarang karyawan juga bawa bontotan dan dimakan di kantin kampus. di kantin cuma beli minum saja.

Bagi beberapa orang yang malas bawa bontot ya makan di kantin atau di luar kampus terutama bagi ahli hisap atawa perokok. Kalau saya sih tergantung mood kadang bawa bontot, kadang makan di kantin, kadang juga makan di luar kampus pokoknya suka-sukalah.

Nah sekarang ini rasanya sudah ga jaman deh bawa bontot diolok-olok

Advertisements

8 thoughts on “Bontotan

  1. Sekarang d kantor tiap hari ada temen yg jualan makanan rantangan. Variasi menu beda terus, murah pula, lumayan dr pada harga kantin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s