Sudah Sejahterakah rakyat Indonesia?

Sering kita mendengar cerita para orang tua, kakek, nenek yang menceritakan masa lalu di mana mereka harus antri berjam-jam demi mendapatkan beras, minyak goreng, minyak tanah. Diceritakan betapa menyedihkan dan sungguh berat kesusahan dalam menjalami kehidupan. Dan merekapun berpikir bahwa pada saat ini untuk mendapatkan itu semua tidak perlu mengantri karena jaman sudah berubah, pemerintah sudah lebih baik.

Bila kita tinjau ucapan para orang tua mungkin harus dikaji ulang. Setiap pergantian rezim di negara Indonesia kita dapat melihat bahwa yang namanya antri untuk mendapatkan beras, minyak dan semacamnya masih terjadi. Bahkan pada saat ini yang dikatakan orde reformasi, dimana-mana dapat didengar, disaksikan, dibaca bahwa orang rela berdesak-desakan untuk mengantri beras, minyak dan kebutuhan pokok yang lain.

Nah, kalau begitu apa bedanya kondisi negara kita pada saat ini dibandingkan dengan pada masa lampau. Saya rasa sama sekali tidak ada perbedaannya, nyaris sama. Dari Orde Lama sampai Ode Reformasi kesejahteraan rakyat terbelenggu oleh keputusan yang dibuat pemerintah dan dibantu DPR yang tidak jelas bahkan membuat rakyat semakin melarat.  

Dahulu sering kita membanggakan bahwa negara kita itu kaya, subur, gemah ripah loh jinawi. Bahkan otak kita di doktrin dengan itu semua dari SD sampai kuliah bahkan di ceramah-ceramah yang disampaikan para petinggi pemerintahan semisal walikota, camat, lurah. Tetapi apa yang dibanggakan itu ternyata hanya untuk segelintir oknum penguasa dan rekan pada masa lalu bahkan juga masa sekarang ini.

Jika memang negara kita sekaya yang diceritakan dan dibangga-banggakan pada periode waktu yang lampau pastinya negara kita pasti kaya, rakyat sejahtera dan rakyat miskin di Indonesia sedikit.

Jaman lampau dengan dada membusung ini lho Indonesia negara subur, negara agraris; kenyataannya? wek Pemerintah sama sekali tidak berpihak pada petani, peladang. Jika berpihak pastinya lahan pertanian bukannya semakin habis. Lahan pertanian sekarang ini dibuat perumahan, pabrik dan lain sebagainya.

Oleh karena itu dalam kacamata saya rakyat Indonesia belum sejahtera karena income perkapita rakyat Indonesia masih rendah, daya beli menurun, harga kebutuhan primer, sekunder dan tersier semakin mahal serta ditambah keputusan pemerintah yang sering membuat rakyat menengah ke bawah semakin terpuruk.

Konglomerat —————-> kelas atas

kelas atas ——————> kelas menengah

kelas menengah ————-> kelas bawah

kelas bawah —————-> di bawah garis kemiskinan

di bawah garis kemiskinan —–> sangat-sangat kere

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s