Berkat di Bulan Juli

Tak terasa setengah tahun dari tahun 2018 sudah dilalui, dijalani dengan baik. Terlebih di bulan Juli adalah bulan spesial, bulan kelahiran saya. Sabtu minggu kedua bulan ini xx tahun lalu saya dilahirkan. Terima kasih kupanjatkan pada Yesus Kristus yang telah memberi kesempatan untuk masih hidup. Masih hidup, menjalani aktivitas merupakan anugerah yang luar biasa. Kita tidak tahu sampai kapan usia kita, sepanjang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup tentunya semestinya digunakan dengan baik. Kenapa saya bilang semestinya? karena pada kenyataannya tidak demikian, tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik misal bermalasan, kurang semangat.

Continue reading

Tutup Akun Sementara

Ya hari ini setelah berbincang dengan seorang rekan maka saya bergegas untuk menutup akun sosmed saya di twitter dan IG. Untuk sementara ini saya tutup tidak permanen atau sekadar yah menjauh, hibernasi tapi tidak menutup kemungkinan ditutup selamanya.

Banyak kenangan manis, pahit, kecut, bahagia berada di sana. Semuanya adalah bagian dari pelajaran hidup yang harus diterima. Sepahit gimanapun itu adalah bagian warna kehidupan pernah saya alami. 

Apakah ada alasan dibalik itu? Ada tentu saja. Saya tuh kalau stres, ada beban hidup, bahagia atau senang sukanya nulis. Kadang nulis panjang, kadang nulis pendek. Kadang nulis ala-ala quote gitu. Kalau ga nulis ya share postingan orang atau quote darimana. Buat saya itu adalah penyaluran agar saya tetap sehat, waras, tidak sakit jiwa, depresi atau apapun lah. Bagi saya penyaluran ekspresi, penyaluran stres, beban hidup itu bisa dilakukan dengan banyak cara bisa dengan cara nyanyi, nulis, menggambar, nonton bioskop atau apalah ya. Tapi karena saya sukanya nulis ya nulis adalah pelarian saya. 

Tapi ketika tulisan itu ditangggapi berbeda oleh orang yang baca terutama oleh orang-orang yang tidak dapat saya sebutkan di sini. Saya merasa gimana ya, apalagi bila sudah ada yang nyinyiran, ngata-ngatain bahwa saya itu bla bla bla, eh saya itu begini begini belum lagi ada alasan yang juga tidak dapat saya tulis di sini. Sedih, sedih banget, mereka tidak pernah bergaul dengan saya, berteman hanya sebatas tahu nama! Tapi bisa gosipin begitu, omong begitu. 

Memang yang saya tulis kadang berdasar pengalaman, emosi, perasaaan saya. Tapi kadang juga ya hanya sekadar nulis, nulis aja. Wong kadang pernah nulis melow tapi wajah dan hati lempeng datar aja. Tidak setiap tulisan mewakili isi hati, perasaan saya. Kadang juga saya lho disclaimer juga jangan percaya terhadap apa yang saya tulis karena itu tidak selalu mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Lebih sedih lagi ketika tulisan itu membuat seseorang yang pernah saya … katanya “takut” lha dikiranya saya psikopat apa. Seseorang itu emang spesial bagi saya, sangat spesial tapi sudah lama sekali tidak pernah komunikasi bahkan dia sudah memutuskan mungkin untuk tidak berteman. Yang pasti dia akan selalu punya tempat di hati saya. Paling tidak enaknya adalah setiap postingan, twit, stories WA, snapgram sering diinterpretasikan, dikaitkan dengan seseorang itu. Saya ga mau orang spesial tersebut benci, takut, atau apapun yang konotasinya negatif, perspektifnya negatif pada saya. Saya tulus kok ikhlas kok ma dia. Dan terus terang sampai sekarang emang masih suka ma dia

Nah karena hal tersebut dan satu dua hal lain saya memutuskan untuk menutup akun twitter, IG bahkan nomor WA. Kalau nomor WA ini udah lama banget jarang aktif. Tidak dihapus WA cm ga aktif, kl pengin ya dinyalakan lagi hapenya secara hapenya sering eror sehingga sering dimatikan. 

Sampai kapan ditutup? Ntah sampai kapan saya juga ga tahu. Lebih baik mungkin bila pengin balik ya  bikin akun baru saja namun selektif milih teman dan melindungi akun dari orang-orang tertentu.

Catatan Hampir Akhir Tahun

Wus wus tahun 2017 berjalan sambil berlari beberapa bulan terakhir. Putaran ke 12 atau bulan Desember sudah dilalui enam hari lamanya. Selama satu tahun terakhir atau satu setengah tahun terakhir gimana perjalanan hidup ini? senang, susah, bahagia, gembira, sedih, kecewa atau apa? Buat aku pribadi kehidupan satu tahun yang lalu lebih adem, tenang, bahagia, gembira, senang meskipun ada susah, sedih tetapi bila dibandingkan dengan saat ini rasanya beda jauh. Satu tahun terakhir terlebih tujuh bulan terakhir ini rasanya membuat hidup menjadi tidak karuan, hancur, nangis, kecewa, sedih bercampur baur dengan rasa senang, gembira dengan komposisi 70% berbanding 30% (dengan perhitungan ngawur tentunya ^_^)

Continue reading

Lagu Sedih – Sad Song

Ketika membayangkan lagu sedih apa yang muncul di benak kita? lagu dengan nada atau irama yang melankolis, mendayu-dayu, menye-menye? Mungkin di antara sebagian besar dari kita akan menjawab seperti itu namun ada beberapa lagu yang lagunya cenderung ngepop, ngebeat enak didengarkan karena tidak slow. Bila mendengarkan musiknya saja tanpa melihat liriknya mungkin akan terkecoh.

Continue reading

Dibalik Jawaban Apa Kabarnya?

“Hai, gimana kabarnya?”

“Hi Vic, lama ga jumpa, duh kangen deh, kabarmu bagaimana?”

“Duh kamu ini kok ngilang sih selama ini, kamu di mana sekarang? kabarmu baik kan?”

“Selamat pagi, bagaimana kabarnya?”

“Maaf tidak bisa datang, kabar Tika di sana bagaimana?

“Hi Fan, how are you?”

 

Tentunya kita terbiasa mendengar kalimat seperti di atas terlontar dari teman, sahabat, kerabat atau dari orang lain bahkan dari orangtua, saudara bisa jadi pacar, suami, istri bahkan anak. Kalimat tanya yang keluar tentu tidak sama persis dengan contoh di atas tapi intinya adalah sama yaitu menanyakan kondisi/kabar kita. Semua orang pasti pengin menjawab dengan kabar yang positif yaitu baik, sehat, aman-aman saja, baik-baik saja.

Continue reading